Skip to main content

Fenomena Gitasav

Akhir-akhir ini gue lagi ketagihan nonton vlog (video blog) Gita Savitri Putri. Itu lho orang Indonesia yang kuliah di Jerman. Gue suka karena ketika gue nonton vlog dia banyak pelajaran yang gue dapet. Daripada gue nonton vlog Awkarin yang nggak jelas itu, iya kan?

Dari vlog gue sekarang merambah ke instagram dan blognya Gita. Kalo instagramnya sih isinya cuma foto-foto dia yang lagi jalan-jalan, makanan dan OOTD (Outfit of the day). Secara Gita sekarang makin terkenal gitu karena karya-karyanya dan cantik juga sih.

Beda banget nih sama blognya. Isinya curhatan tapi di ending curhatan itu dia selalu kasih motivasi dan pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman dia itu apa. Tulisannya juga jujur banget dan ngalir.

But the way, kapan gue mulai akrab sama semua karya-karya Gita? Gue nggak tau kapan tepatnya, tapi yang jelas sebulan yang lalu. Waktu gue buka Facebook, ada temen gue yang update status dan dia posting link video Gita yang ngebahas tentang alasan pake jilbab.

Gue penasaran gitu kan. Akhirnya gue buka dan tonton. Eh ternyata keren banget. Akhirnya gue buka vlog yang lain. Makin suka. Malah gue nemu vlog temennya yang nggak kalah keren: Coll Yah!

Gue tuh tadinya nggak tau apa itu vlog. Suatu hari di kantor temen-temen heboh ngomongin vlog Awkarin. Gue sih males ya buat nimbrung nanya eh siapa itu Awkarin? Gue males aja kalo dikatain lo gaptek banget sih, nggak gaul, dan lain-lain sama temen kantor.

Sampe rumah gue kepoin instagram dan vlognya. Eh ternyata isinya omongan kasar, jorok dan drama anak muda. Pokoknya tentang hidup anak muda masa kini gitu yang bikin gw miris banget. Mereka itu generasi bangsa Indonesia lhoooo ...

Makanya gue bersyukur banget pas nemu vlognya Gita. Positif banget dan gue jadi tahu kehidupan di Jerman itu kayak apa. Orang-orang Jerman yang disiplin, berani ngungkapin pendapat, dan nggak kepoan sama hidup orang. Yang lebih penting adalah gue berani bermimpi. Kalo one day gue bisa main salju entah itu di Jerman, Jepang, Korea atau negara lainnya yang ada winternya.

Sekarang gue mau baca semua blog Gita yang bikin hidup gue semangat lagi dan nungguin vlog Gita yang bikin gue berani bermimpi. Gue berharap akan banyak anak-anak muda Indonesia bikin vlog yang positif gitu biar anak muda Indonesia punya tontonan bagus. 


Comments

Popular posts from this blog

Dunia yang Terbalik

Dunia seperti terbalik semenjak aku sakit satu bulan lalu. “Ada yang hilang dari Mbak Yus,” begitu kata Prahay, magang content writer di Yayasan TurunTangan, tempatku bekerja. Lalu aku menjelaskan kronologinya. September, aku sangat bersemangat sekali mencari informasi tentang Jepang. Aku menyampaikan keinginan dan maksudku ke Jepang pada rekan-rekan kerjaku di kantor. Beberapa kali bahkan aku bercanda soal rencanaku ini. Hingga semuanya berubah, ketika aku mendapatkan informasi jika masa berlaku pasporku kurang dari 6 bulan. “Kamu tidak bisa apply visa dan harus membuat paspor baru,” ujar Mbak Esty. Mbak Esty, tanpa sepengatahuanku, ia membantu mengecek jadwal pembuatan paspor Jakarta yang sejak Agustus menggunakan sistem online. “Yus … kamu enggak bisa bikin paspor. Semuanya penuh sampai 22 September,” katanya. Aku syok dan menyampaikan tentang ini kepada temanku, Yessi. Dia yang akan menjadi teman perjalananku di Jepang nanti. Pun dengan Karin yang nantinya, akan menyambut...

Pelajaran Usai Tersesat di Timur Bali

Januari 2015, saya diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menjejaki Pulau Bali. Waktu itu, saya mendadak melakukan perjalanan sendirian. Ketika sudah lelah merasakan hiruk pikuknya dunia malam di Kuta, saya mencoba mencari ketenangan pagi di Pantai Sanur. Saya pilih Pantai Sanur, karena berdasarkan informasi yang saya baca di internet, pantai ini merupakan tempat terbaik untuk melihat matahari terbit di Pulau Bali. Itu sudah menjadi rahasia umum, maka tak heran Pantai Sanur menjadi destinasi favorit bagi pemburu matahari terbit dari seluruh dunia. Lokasi Pantai Sanur ada di sebelah timur Bali. Tidak terlalu jauh dari Kuta. Waktu tempuhnya hanya 30 menit. Jadi intinya harus bangun pagi kalau tidak mau ketinggalan pemandangan matahari terbit. Sebelum tidur saya telah memasang alarm pukul 4.30 dan berkat deringnya, saya berhasil bangun pagi. Saya menginap di Jalan Poppies 2 Kuta. Sehari sebelum memutuskan menginap di tempat berkumpulnya para pelancong itu, saya menyewa moto...